Photoshop Tutorial : Eksperimen Dengan Smudge Tool

Beberapa hari yang lalu ana berhasil melakukan experiment dengan photoshop, dan hasilnya seperti ini, jika anda kurang puas dengan ukuran gambar ini silahkan klik gambar tersebut intuk melihat ukuran aslinya

Dan sekarang, ana akan menulis tutorial cara membuat gambar diatas. Ini adalah tutorial yang pertama ana buat, jadi ana harapkan partisipasi pemaca untuk memberikan kritik, saran, serta masukan yang membangun. Jangan takut, ana akan berterima kasih dan menerima dengan senang hati.
Thayyib...langsung saja kita praktek.

1. Buat dokumen baru dengan ukuran 900X300, beri warna hitam pada background.
2. Ketiklah “inspire” dengan jenis huruf arial black, ukurannya 100 pixels. Beri warna putih dan letakkan agak sedikit ke kiri.
3. Klik kanan pada layar inspire, lalu pilih rasterize type. Klik filter>blur>gaussian blur, atur radiusnya menjadi 5.0 pixels, lalu klik ok
4. Buat layar baru dan beri nama layar tersebut menjadi “warna”, aktifkan gradient tool dan pilih gradientnya menjadi transparent rainbow. Buat gradient pada layar warna! Lalu ubah modenya menjadi overlay.

5. Ok! Aktifkan layar inspire, kemudian aktifkan smudge tool ukurannya 100 pixels, lalu klik didamping huruf “e”, drag dampai huruf “s”, ulangi sampai 3 kali.

6. Ketikan ”inspire” dengan ukuran 30 dan tracking 1000 , beri warna putih dan letakan ditengah layar.

7. Buat layar baru di atas layar warna, beri nama “cahaya” ubah warnanya menjadi hitam. Klik filter>render>lens flare, atur brightnessnya menjadi 30% dengan type 50-300mm Zoom, klik ok, ubah modenya menjadi lighten.

Dengan menambahkan sedikit embel-embel,anda bisa menjadikannya sebagai walpaper
Dengan cara yang sama anda bisa membuat walaper seperti ini
Bagi anda yang ingin source filenya, silahkan klik link di bawah ini
http://www.ziddu.com/download/4128628/inspire.rar.html

Baca Selengkapnya..

Serial Adab Muslim

Bagi anda pengajar TPA, guru SD, MI, dan sejenisnya yang intinya mengurusi anak-anak. Ana mau ngasih poster serial adab-adab muslim. Posternya seperti gambar di bawah ini

Silahkan anda mengambil gambar ini. Dan dilarang keras memperbanyak untuk tujuan komersial.

Baca Selengkapnya..

10 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Otak


1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Sumber: Milist Info Nutrisi
Baca Selengkapnya..

Surat Cinta Untuk Saudariku

Sebuah surat cinta untuk saudari muslimah. Silahkan download ebook gratis yang bejudul Surat Cinta Untuk Saudariku dengan nengklik link di bawah ini



Baca Selengkapnya..

Beberapa cara agar tahajjud bisa terlakaksana


Zaman sekarang banyak kita lihat orang yang kuat untuk begadang sampai larut malam, namun hanya untuk hal-hal yang tidak berguna seperti nonon TV, main game, atau yang lainnya. Namun, malas untuk bangun malai meskipun sebentar untuk mermunajat kepada Allah ta'ala. Padahal, bias jadi watu yang ia lalaikan merupakan waktu mustajab terkabulnya doa yang bisa mendatangkan keuntungan besar. Ada beberapa cara yang bisa membantu saya, anda, dan kita semua untuk mudah bangun malam, antara lain :

1.Menghindari kemaksiatan
Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Bashri, "Wahai Abu Sa'id (Kuniyah Hasan Al Bashri), saya tidur malam dan berniat mengerjakan qiyamullail bahkan saya sudah menyapkan air wudhu. Lalu mengapa saya belum bisa sangun malam?" Jawbnya, "Dosa-dosamu yang menyebabkan engkau tidak bisa bangun malam itu."(Ihya' 'Ululumddin, Imam ghazali I:314-315)
2.Menghindari kemewahan di tempat tidur
3.Menghindari pandangan
4.Menghindari pembicaraan yang tidak berguna
5.Memakan makanan yang halal
6.Menghindari makanan yang haram
7.Tidak banyak makan
Orang yang terlalu banyakmakan dan minum maka ia mudah terserang kantuk, dan ini menyebabkan tidak kuatnya bangun malam.

Wahab bin Munabbih berkata, "Tidak ada anak cucu Adam yang lebih dicintai oleh syaithan selain orang yang gemar makan dan gemar tidur."(Az Zuhd, Imam Ahmad hal.373)
8.Tidak bekerja berat di siang hari
Bekerja sangat dianjurkan untuk mencari penghasilan dan rezeki Allah. Namun jika seorang kerja lembur di siang hari, maka sudah barang tentu ia butuh istirahat total di malam harinya dikarenakan keletihan di siang harinya, ini mebuat fisiknya menjadi lemah dan menjadikannya gantuk serta sulit bangun malam.
9.Berdoa sebelum tidur agar terbebas dari belenggu syaithan
10.Memperbanyak zikir kepada Allah
11.Tidak tidur terlalu malam
12.Membiasakan tidur siang walaupun sebentar
Rasulullah-shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda :
Minta tolonglah dengan cara makan sahur agar kuat berpuasa, dan dengan tidur siang supaya kamu mengerjakan qiyamullail (HR.Ibnu Majah)

Ini beberapa trik yang ana dapat dari prngalaman, dan dari beberapa sumber, kalau masih kurang silahkan ditambah, jika ada yang mau diluruskan, tafadhal….


Catatan :
Pada nomor 12. telah disebutkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu majah. Nah, dalam sanad hadits ini ada seorang rawi yang bernama Zum'ah bin Shaleh, dan Ibnu Hajar berkomentar, "Ia dha'if." Namun hadits ini diperkuat dengan hadits yang dishahihkan oleh Al Albani dari anas –radhiyallahu 'anhu-, Rasulullah-shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Hendaknya kamu sekalian tidur siang, karena sesungguhnya syaithan tidak mau tidur siang"(Silsilah Ahadits Shohihah no. 2467)
Baca Selengkapnya..

Valentine Day


Sebentar lagi akan tiba Valentine Day, namun apakah boleh kita merayakan Velentine Day? temukan jawaban seputar perayaan Velentine Day pada ebook yang berjudul Islam Berkata Tentang Valentine Day dengan mengklik link di bawah ini
Baca Selengkapnya..

Syarat-syarat Laa Ilaaha Illallah

Para ulama menyatakan bahwa ada tujuh syarat bagi kalimat Laa Ilaaha Illallah. Kalimat tersebut tidak sah selama ketujuh syarat tersebut tidak terkumpul dan sempurna dalam diri seseorang, serta mengamalkan segala apa yang terdapat didalamnya serta tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengannya. Yang dimaksud bukanlah sekedar menghitung lafaz-lafaznya dan menghafalnya, sebab betapa banyak orang yang hafal kalimatnya akan tetapi ia bagaikan anak panah yang melesat (keluar dari Islam) sehingga anda akan lihat dia banyak melakukan banyak perbuatan yang bertentangan. Berikut ini syarat-syaratnya:

1. Berilmu
Yang dimaksud adalah memiliki ilmu terhadap maknanya (kalimat Laa Ilaaha Illallah) baik dalam hal nafy maupun itsbat dan segala amal yang dituntut darinya. Jika seorang hamba mengetahui bahwa Allah ta’ala adalah semata-mata yang disembah dan bahwa penyembahan kepada selainnya adalah bathil, kemudian dia mengamalkan sesuai dengan ilmunya tersebut.
Lawan dari mengetahui adalah bodoh, karena dia tidak mengetahui wajibnya mengesakan Allah dalam ibadah, bahkan dia menilai bolehnya beribadah kepada selain Allah disamping beribadah kepada-Nya, Allah ta’ala berfirman:


“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah” (Muhammad 19)



“Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)” (Az Zukhruf 86)



Maksudnya adalah: Siapa yang bersaksi sedangkan hati mereka mengetahui apa yang diucapkan lisan mereka.

2. Yakin.
Yaitu seseorang mengucapkan syahadat dengan keyakinan sehingga hatinya tenang didalamnya, tanpa sedikitpun pengaruh keraguan yang disebarkan oleh syetan-syetan jin dan manusia, bahkan dia mengucapkannya dengan penuh keyakinan atas kandungan yang ada didalamnya. Siapa yang mengucapkannya maka wajib baginya meyakininya didalam hati dan mempercayai kebenaran apa yang diucapkannya yaitu adanya hak ketuhanan yang dimiliki Allah ta’ala dan tidak adanya sifat ketuhanan kepada segala sesuatu selain-Nya. Juga berkeyakinan bahwa kepada selain Allah tidak boleh diarahkan kepadanya ibadah dan penghambaan. Jika dia ragu terhadap syahadatnya atau tidak mengakui bathilnya sifat ketuhanan selain Allah ta’ala, misalnya dengan mengucapkan: “Saya meyakini akan ketuhanan Allah ta’ala akan tetapi saya ragu akan bathilnya ketuhanan selain-Nya”, maka batallah syahadatnya dan tidak bermanfaat baginya. Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ”

(Al Hujurat 15).



3. Menerima.
Maksudnya adalah menerima semua ajaran yang terdapat dalam kalimat tersebut dalam hatinya dan lisannya. Dia membenarkan dan beriman atas semua berita dan apa yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya, tidak ada sedikitpun yang ditolaknya dan tidak berani memberikan penafsiran yang keliru atau perubahan atas nash-nash yang ada sebagaimana hal tersebut dilarang Allah ta’ala. Dia berfirman:

“Katakanlah, kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami” (Al Baqarah 136)



Lawan dari menerima adalah menolak. Ada sebagian orang yang mengetahui makna syahadatain dan yakin akan kandungan yang ada didalamnya akan tetapi dia menolaknya karena kesombongannya dan kedengkiannya. Allah ta’ala berfirman:

“Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah” (Al An’am 33)



Termasuk dikatakan menolak, jika seseorang menentang atau benci dengan sebagian hukum-hukum Syari’at atau hudud (hukum pidana Islam). Allah ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya”(Al Baqarah 208)




4. Tunduk.
Yang dimasud adalah tunduk atas apa yang diajarkan dalam kalimat Ikhlas, yaitu dengan menyerahkan dan merendahkan diri serta tidak membantah terhadap hukum-hukum Allah. Allah ta’ala berfirman:

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya …” (Az Zumar 54)



Termasuk juga tunduk terhadap apa yang dibawa Rasulullah sollallohu ‘alihi wa salam dengan diiringi sikap ridho dan mengamalkannya tanpa bantahan serta tidak menambah atau mengurangi. Jika seseorang telah mengetahui makna Laa Ilaaha Illallah dan yakin serta menerimanya, akan tetapi dia tidak tunduk dan menyerahkan diri dalam melaksanakan kandungannya maka semua itu tidak memberinya manfaat. Termasuk dikatakan tidak tunduk juga adalah tidak menjadikan syariat Allah sebagai sumber hukum dan menggantinya dengan undang-undang buatan manusia.

5. Jujur.
Maksudnya jujur dengan keimanannya dan aqidahnya, selama itu terwujud maka dia dikatakan orang yang membenarkan terhadap kitab Allah ta’ala dan sunnahnya.

Lawan dari jujur adalah dusta, jika seorang hamba berdusta dalam keimanannya, maka seseorang tidak dianggap beriman bahkan dia dikatakan munafiq walaupun mengucapkan syahadat dengan lisannya, maka syahadat tersebut baginya tidak menyelamatkannya.

Termasuk yang menghilangkan sahnya syahadat adalah mendustakan apa yang dibawa Rasulullah atau mendustakan sebagian yang dibawanya, karena Allah ta’ala telah memerintahkan kita untuk ta’at kepadanya dan membenarkannya dan mengaitkannya dengan ketaatan kepada-Nya.


6. Ikhlas.
Maksudnya adalah mensucikan setiap amal perbuatan dengan niat yang murni dari kotoran-kotoran syirik, yang demikian itu terwujud dari apa yang tampak dalam perkataan dan perbuatan yang semata-mata karena Allah ta’ala dan karena mencari ridho-Nya. Tidak ada didalamnya kotoran riya’ dan ingin dikenal, atau tujuan duniawi dan pribadi, atau juga melakukan sesuatu karena kecintaannya terhadap seseorang atau golongannya atau partainya dimana dia menyerahkan dirinya kepadanya tanpa petunjuk Allah ta’ala. Dia berfirman:

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (Az Zumar 3)


“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus” (Al Bayinah 5).



Lawan dari ikhlas adalah Syirik dan riya’, yaitu mencari keridhoan selain Allah ta’ala. Jika seseorang telah kehilangan dasar keikhlasannya, maka syahadat tidak bermanfaat baginya. Allah ta’ala berfirman:

“Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (Al Furqon 23)



Maka dengan demikian tidak ada manfaat baginya semua amalnya karena dia telah kehilangan landasannya.
Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sengguh ia telah berbuat dosa yang besar” (An Nisa 48)



7. Cinta.
Yaitu mencintai kalimat yang agung ini serta semua ajaran dan konsekwensi yang terkandung didalamnya maka dia mencintai Allah dan Rasul-Nya dan mendahulukan kecintaan kepada keduanya atas semua kecintaan kepada yang lainnya serta melakukan semua syarat-syaratnya dan konsekwensinya. Cinta terhadap Allah adalah rasa cinta yang diiringi dengan rasa pengangungan dan rasa takut dan pengharapan.
Termasuk cinta kepada Allah adalah mendahulukan apa yang Allah cintai atas apa yang dicintai hawa nafsu dan segala tuntutannya, termasuk juga rasa cinta adalah membenci apa yang Allah benci, maka dirinya membenci orang-orang kafir serta memusuhi mereka. Dia juga membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
Termasuk tanda cinta adalah tunduk terhadap syariat Allah dan mengikuti ajaran nabi Muhammad dalam setiap urusan. Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran 30)



Lawan dari cinta adalah benci. Yaitu membenci kalimat ini dan semua ajaran yang terkandung didalamnya atau mencinta sesuatu yang disembah selain Allah bersama kecintaannya terhadap Allah. Allah ta’ala berfirman:


“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amala mereka” (Muhammad 9)


Termasuk yang menghilangkan sifat cinta adalah membenci Rasulullah sollallohu ‘alihi wa salam dan mencintai musuh-musuh Allah serta membenci wali-wali Allah dari golongan orang beriman.
Baca Selengkapnya..

74 Wasiat Untuk Para Pemuda Muslim


Pemuda adalah harapan bangsa, ditangan pemudalah masa depan agama dan bangsa, silahkan download ebook gratis yang berjudul 74 Wasiat Untuk Para Pemuda Muslim dengan mengklik link di bawah ini


Baca Selengkapnya..

Utsman bin ‘Affan (Wafat 35 H)

Nama lengkapnya adalah ‘Utsman bin Affanbin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, pada masa Jahiliyah ia dipanggil dengan Abu ‘Amr dan pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Dan juga ia digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian menganut Islam yang baik dan teguh.

Keutamaannya
Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (Aisyah) bertanya,”Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rasulullah menjawab,” Wahai Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.

Ibnu ‘Asakir dan yang lainnya menjelaskan dalam kitab “Fadhail ash Shahabah” bahwa Ali bin Abi Thalib ditanya tentang Utsman, maka beliau menjawab,” Utsman itu seorang yang memiliki kedudukan yang terhormat yang dipanggil dengan Dzunnuraini, dimana Rasulullah menikahkannya dengan kedua putrinya.

Perjalanan hidupnya
Perjalanan hidupnya yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah umat islam adalah beliau membukukan Al-Qura’an dalam satu versi bacaan dan membuat beberapa salinannya yang dikirim kebeberapa negeri negeri Islam. Serta memerintahkan umat Islam agar berpatokan kepadanya dan memusnahkan mushaf yang dianggap bertentangan dengan salinan tersebut. Atas Izin allah Subhanahu wa ta’ala, melalui tindakan beliau ini umat Islam dapat memelihara ke autentikan Al-Qur’an samapai sekarang ini. Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik.

Diriwayatkan dari oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnadnya dari yunus bahwa ketika al Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid ?. maka ia menjawab,”Aku melihat Utsman bin Affan beristirahat di masjid, padahal beliau sebagai Khalifah, dan ketika ia berdiri nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata,” Ini amirul mukminin, Ini amirul mukminin..”

Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitabnya “Hulyah al Auliyah” dari Ibnu Sirin bahwa ketika Utsman terbunuh, maka isteri beliau berkata,” Mereka telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Quran”.

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman Allah”. “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs Az-Zumar:9) yang dimaksud adalah Utsman bin Affan.

Wafatnya
Ia wafat pada tahun 35 H pada pertengahan tasyriq tanggal 12 Dzul Hijjah, dalam usia 80 tahun lebih, dibunuh oleh kaum pemberontak (Khawarij).


Baca Selengkapnya..